header-int

Mempersiapkan Indonesia Innovation Day Tahun 2019

Sabtu, 01 Jun 2019, 20:54:45 WIB - 41 View
Share
Mempersiapkan Indonesia Innovation Day Tahun 2019

JAKARTA – Kemenristekdikti menginisiasi Indonesia Innovation Day (IID) yang ke-3, yang yang akan diselenggarakan pada bulan Juni 2019 di Jerman. IID merupakan sarana hilirisasi produk-produk riset dan inovasi dari program Pusat Unggulan Iptek (PUI) ke kancah Internasional.  IID sebelumnya pernah dilaksanakan di Belanda (2017) dan di Jepang (2018).

Tujuan IID selain untuk memperluas jaringan kerja sama internasional dalam hal pengembangan teknologi lanjutan, kerja sama sertifikasi produk untuk pangsa pasar internasional, perluasan promosi dan pasar atas suatu produk, juga meningkatkan sinergi inovasi yang berkelanjutan antara lembaga PUI dengan pusat riset inovasi dan industri di berbagai negara.

“Sekarang jaman terbuka, kita harus berani keluar, berani menjual sesuatu yang kita punya ke dunia internasional,” demikian diingatkan Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristekdikti, Kemal Prihatman kepada peserta Forum Pembekalan Penguatan Kapasitas Hilirisasi Produk Unggulan Tahun 2019, di TakeMansion & Hotel, Jakarta (13/3).

Pada IID 2018 yang di selenggarakan di Kobe Jepang ada sebanyak 41 produk unggulan litbang PUI untuk dipamerkan atau dikerjasamakan. Lembaga litbang PUI yang berpartisipasi ketika itu antara lain dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, LIPI, LAPAN, BPPT, IPB, Universitas Hasanuddin, BATAN dan ITS.

Sementara itu guna mempersiapkan IID 2019 di Jerman, saat ini sudah masuk 69 proposal dari  lembaga PUI yang mengajukan produk unggulan mereka untuk dijual ke Jerman. “Dari 69 tersebut diseleksi melalui 2 tahapan sehingga sampai saat ini ada 20 produk unggulan yang lolos dan akan dijual pada IID 2019,” kata Kemal.

Adapun lingkup produk inovasi yang akan dihilirkan mencakup bidang pangan pertanian (food agriculture); kesehatan obat (healthcare); sosial, budaya, dan humaniora (social, culture, and humaniora); telekomunikasi, informasi, dan komunikasi (ICT); material maju (advance material); kemaritiman (maritime).

Target untuk IID adalah jumlah kontrak kerja sama dengan industri maupun lembaga litbang terkait dengan produk, yang dapat memperkuat kelembagaannya. Sementara untuk target IID 2019 akan menghasilkan minimal 5 kerja sama internasional. “Targetnya itu lima dulu lah, mungkin insya Allah dapat lebih. Kemarin di IID 2017, target 3 dapat 9,” terang Kemal.

Sejak tahun 2015 melalui program PUI, Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti telah melakukan pembinaan terhadap lemmbaga-lembaga litbang yang telah dipilih menjadi lembaga unggul. Kriteria lembaga unggul adalah lembaga yang memiliki produk hasil riset dan inovasi yang bisa dihilirkan baik untuk kebutuhan nasional maupun kebutuhan global.

Hadir dalam acara ini diantaranya Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek Dikti Agus Indarjo, Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi dan para perwakilan lembaga riset dan pengembangan. Dalam paparanya Sekretaris Dirjen Kelembagaan Ipten dan Dikti Agus Indarjo menyampaikan harapannya agar lembaga riset dan perguruan tinggi harus mampu menghasilkan riset yang mampu diproduksi massal. Hasil rist harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakkat dan bangsa. “Hasil riset semakin maju, ekonomi bangsa biasanya akan maju. Untuk itu kita harus terus mengembangkan lembaga riset yang mampu menghasilkan produk unggulan,” jelasnya.

#ProgramKerja #PemerintahBekerja #InovasiKitaInovasiBangsa #InovasiIndonesia #PendidikanTinggiBermutu #PendidikanTinggiUntukSemua #CerdaskanAnakBangsa

Reportase: Yanti
Foto: Bagus
Redaksi: sakasuti

Unidha Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Dan Komputer (STMIK) Adhi Guna Menuju Universitas , Kampus IT Terbaik Di Sulawesi Tengah | Alamat Kantor Jl.Undata No.3 Keluarahan Besusu Barat Kota Palu- Sulteng
© 2019 STMIK ADHI GUNA | THE FUTURE SOLUTIONS Follow STMIK Adhi Guna : Facebook Twitter Linked Youtube